Ringkasan Berita:
  • Sandiwara keji terungkap di balik kasus pembunuhan dosen wanita Erni Yuniati di Bungo Jambi
  • Pelaku yang tega membunuh mantan kekasihnya Erni Yuniati ternyata sempat pura-pura terkejut
  • Bahkan dengan polosnya saat dihubungi oleh adik korban, pelaku Bripda Waldi menyampaikan ucapan duka cita

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akhirnya terungkap adik korban Erni Yuniati bongkar chat percakapan dengan pelaku oknum polisi Bripda Waldi.

Pelaku Bripda Waldi merupakan tersangka kasus pembunuhan dosen Erni Yuniati.

Sebelumnya, dosen Erni Yuniati inisial EY (38), warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, ditemukan tewas di rumah sendiri.

Korban ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan Al Kausar, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Bagaimana selengkapnya adik korban Erni Yuniati bongkar chat Bripda Waldi?

Simak selengkapnya di sini.

Sandiwara keji terungkap di balik kasus pembunuhan dosen wanita Erni Yuniati di Bungo, Jambi.

Kasus tersebut menyeret nama seorang oknum polisi, Bripda Waldi, yang merupakan anggota Propam Polres Tebo. 

Pelaku, yang tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya, EY, ternyata sempat pura-pura terkejut.

Bahkan dengan polosnya saat dihubungi oleh adik korban, pelaku menyampaikan ucapan duka cita.

Drama Bripda Waldi ini terbongkar dari tangkapan layar percakapan (chat) dirinya dengan adik korban, Anis.

Chat itu kemudian beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @jambihits. 

Pesan-pesan ini menunjukkan betapa liciknya pelaku dalam menutupi jejak kejahatannya.

Sandiwara Pura-pura Polos dan Terkejut

Menurut unggahan yang tersebar, keesokan harinya setelah melakukan pembunuhan dan membawa kabur barang-barang berharga milik korban, seperti ponsel, motor PCX, dan mobil, ripda Waldi dihubungi oleh adik korban.

Dalam chat tersebut, Anis mengabarkan berita duka:

"Mbak Erni ndak ada lagi bg.

Maafin kesalahan Mbak Erni ya bang," tulis sang adik, Anis, kepada Bripda Waldi.

Waldi lantas berakting seolah-olah tidak mengerti dan berusaha memastikan kebenaran kabar tersebut.

"Maksudnya kk," tanya Waldi, seakan meyakinkan keluarga bahwa ia sama sekali tidak tahu jika Erni sudah meninggal dunia.

Anis kemudian menjelaskan bahwa kakaknya menjadi korban kejahatan.

"Dirampok bang, Mbk Erni ....... , udh gg ada bg. ....pulang sekarang," jawab Anis, berusaha meyakinkan Waldi yang justru adalah pelaku pembunuhan itu sendiri.

Ucapan Duka Cita dari Tangan Pelaku

Puncak sandiwara Waldi adalah ketika ia merespons kabar perampokan dan kematian EY dengan ucapan belasungkawa yang menyentuh. 

Tangkap layar chat menunjukkan Waldi seolah-olah sangat terkejut dan bersimpati atas tragedi yang menimpa mantan kekasihnya itu.

"Seriusan kk, Innalllahiwainalillahi rojiu. Turut berduka cita kak, dak nyangka kami ini kak," balas Waldi.

Chat ini menjadi bukti ironis dari tindak kejahatan yang dilakukannya. 

Bripda Waldi, yang semalam suntuk telah melakukan tindakan pidana terhadap EY, keesokan harinya justru berpura-pura kaget dan mengirimkan turut berduka cita kepada keluarga yang sedang berduka. 

Aksi ini semakin mempertebal kekejaman dan tipu muslihat yang dilakukan oleh oknum aparat tersebut.

Keterangan yang menyertai unggahan tersebut secara tegas menyebutkan: "Pura-Pura Kaget padahal dia yang Bun*h."

Keterangan lengkap unggahan tersebut sebagai berikut:

"Pura-Pura Kaget padahal dia yang Bun*h.

PART 8

Setelah melakukan tindakan pidana terhadap korban EY dimalam hari, Pelaku kemudian juga membawa pergi barang berharga milik korban Diantaranya Hanphone, Motor PCX dan Mobil Korban.

Keesokan harinya saat dihubungi oleh adik korban, pelaku pura-pura Polos dan Terkejut dengan kabar kemat1an Korban.

Sumber: Tangkapan Layar Dari chat antara mbak Anis adeknya korban dengan Terduga Pelaku (W)"

Kasus pembunuhan sadis ini telah menjadi sorotan publik, dan terkuaknya pesan-pesan ini menambah mirisnya fakta bahwa pelaku mencoba menipu keluarga korban setelah menghilangkan nyawa mereka.

Tangkap layar yang diunggah tersebut tampak Bripda Waldi seolah olah terkejut mendengar kabar bahwa EY, dosen wanita di Bungo telah meninggal dunia.

Pelaku bahkan sempat menyampaikan turut berdukacita kepada adik korban.

"Mbak Erni ndak ada lagi bg. Maafin kesalahan Mbak Erni ya bang," ucap sang adik kepada Bripda Waldi.

"Maksudnya kk"," tanya Waldi, seakan meyakinkan keluarga bahwa dia tidak tahu jika Erni sudah meninggal dunia.

Adik korban kemudian menyebutkan jika kakaknya, Erni menjadi korban perampokan.

"Dirampok bang, Mbk Erni ....... , udh gg ada bg. ....pulang sekarang," ucap sang adik meyakin Waldi yang merupakan pelaku pembunuhan.

Waldi kemudian menjawab adik korban bahwa dia tidak menyangka jika mantan kekasihnya itu menjadi korban perampokan dan dibunuh.

"Seriusan kk, Innalllahiwainalillahi rojiu. Turut berduka cita kak, dak nyangka kami ini kak," ucap Waldi dalam chat.

Coba Rekayasa Kasus Seolah Korban Perampokan

Penyidik Satreskrim Polres Bungo menetapkan W (22) sebagai tersangka atas pembunuhan dosen perempuan EY (37) setelah dilakukan gelar perkara.

Sebelumnya, W sempat mencoba mengelabui petugas dengan membawa barang berharga milik korban berupa handphone, mobil, dan perhiasan, agar kasus tersebut tampak seperti perampokan.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono menyampaikan bahwa W berupaya merekayasa proses kematian korban.

“Ia mencoba mengelabui, seolah-olah EY merupakan korban perampokan yang dibunuh, sehingga identitasnya tidak terbaca,” ungkapnya, Senin (3/11/2025).

Hingga saat ini baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Namun Kapolres menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

“Masih kita dalami proses penyelidikan, meskipun saat ini baru satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sebelumnya, EY (38), warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, ditemukan tewas di Perumahan Al Kausar, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

Penemuan korban berawal saat rekan kerjanya merasa curiga karena EY tidak memberi kabar.

Temannya lalu mendatangi rumah korban dan meminta izin kepada penjaga kompleks untuk mendobrak pintu.

Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi kepala tertutup bantal.

Ia diduga dibunuh oleh oknum polisi berinisial W (22) yang kini telah diamankan di Mapolres Bungo.

(TribunJambi.com)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Tayang di TribunJambi.com dan TribunJambi.com

Array
Baca Lebih Lanjut
Asmara Buat Oknum Polisi Gelap Mata, Perkosa dan Bunuh Dosen Mantan Kekasihnya
M Syofri Kurniawan
Daftar Fakta Polisi Aniaya Disabilitas hingga Tewas di NTT: Korban Dikenal Humoris dan Pekerja Keras
Rr Dewi Kartika H
Polres Asmat tangkap pelaku pembacokan Briptu Abraham
Antaranews
Gegara Miras Oknum Polisi Aniaya Tukang Ojek hingga Tewas, Korban Disabilitas Dihajar di 3 Lokasi
M.Risman Noor
Kapolda Jambi Soal Kasus Polisi Bunuh Dosen Perempuan: Korban Dipiting, Dipukul
KumparanNEWS
TERTANGKAP! Tiga Buruh Pelaku Pembunuh Mandor Diringkus, Motif Sakit Hati Sering Dimarahi
Ni Ketut Dewi Febrayani
Polrestabes Bandung ringkus kakak kandung keroyok adik hingga tewas
Antaranews
Waspada Modus Baru Hacker, Saldo M-Banking Bisa Terkuras Tiba-tiba
Muslimah
Jenazah Briptu Abraham dievakuasi ke Jayapura
Antaranews
Nasib Malang Selebgram Fuji Terulang, Uang Miliaran Melayang, Pelaku Lebih dari Satu Orang
Achmad Maudhody