TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem di Sulawesi Utara mempengaruhi sejumlah pelayaran.

Salah satu yang paling terdampak adalah pelayaran dari dan ke Nusa Utara.

Pengalaman cukup menegangkan pun sempat dihadapi penumpang KM Mercy Teratai dari Kepulauan Sangihe ke Manado. 

Seorang penumpang bernama Donald menuturkan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi sudah terasa sejak kapal bertolak dari Sangihe. 

Meski secara umum pelayaran dinyatakan lancar, kapal disebut mengalami guncangan hebat sepanjang perjalanan. 

“Kapal sangat terguncang. Saya lihat beberapa penumpang bahkan muntah, mungkin karena tidak terbiasa dengan ombak,” katanya.

Situasi semakin mendebarkan ketika kapal hendak sandar di Pelabuhan Manado. 

KAPAL - KM Merit Teratai yang batal berangkat dari Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, Rabu (7/1/2026). <div class=
Ada dua kapal yang batal berangkat hari ini." loading="lazy">
KAPAL - KM Merit Teratai yang batal berangkat dari Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, Rabu (7/1/2026). Ada dua kapal yang batal berangkat hari ini. (Tribun Manado/Isvara Savitri)

Donald memperkirakan kapal sempat tertahan di tengah laut sekitar 15 hingga 30 menit sebelum benar-benar merapat. 

Menurutnya, kapal tampak kesulitan melakukan manuver akibat dorongan angin dan ombak. 

“Kami di dalam cuma bisa berdoa,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan penumpang lain, Jackried. 

Ia menjelaskan bahwa kapal sempat berhenti sementara di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro karena kondisi laut tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. 

Di pelabuhan tersebut, terdapat pula beberapa kapal lain dari Sangihe yang mengambil langkah sama.

“Semua pada panik. Ada penumpang yang memilih memakai pelampung karena kapal memang goyang sekali,” tutur Jackried. 

Baca juga: 2 Kapal Batal Berangkat Hari Ini, KSOP Manado Tetap Pantau Prakiraan Cuaca BMKG

Baca juga: 206 Unit Bangunan Termasuk Mapolres Sitaro Rusak Akibat Banjir di Siau

Saat proses sandar di Manado, ia menyebut para penumpang kembali diliputi rasa takut dan hanya bisa berdoa.

Jackried bersyukur kapal akhirnya tiba dengan selamat tanpa insiden berarti. 

“Puji Tuhan bisa sampai di Manado dengan selamat,” katanya lega.(*)

Baca Lebih Lanjut
Semalaman Terjebak di Kapal Penumpang, Penjual di Pelabuhan Manado Alami Kerugian: Makanan Rusak
Awal Tahun 2026, Pelabuhan Nusantara Tahuna Kepulauan Sangihe Terpantau Padat
Kapal Ferry dari Dumai Tujuan Batam Diterjang Ombak, Penumpang Histeris: Kapal Macam Mau Terbalik
‎Jumlah Penumpang Mudik Nataru 2026 di Terminal Tipe A Malalayang Manado Capai 7.042 Pemudik‎
Jenazah Evia Mangolo Diantar Keluarga hingga Civitas Akademika Unima ke Pelabuhan Manado
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara, Berikut Daerahnya
Jadwal Kapal Pelni KM Kelud dari Karimun Tujuan Batam, Belawan, Tanjung Priok Hingga 28 Januari 2026
Warga Sangihe Sulut Padati Pelabuhan Tua Tahuna Sambut Tahun Baru 2026
Satu tewas dalam kecelakaan tunggal di Tol Padaleunyi KM 152
Antaranews
Rumah Jabatan Bupati Sangihe Sulut Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 500 Juta