TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Cuaca ekstrem di Sulawesi Utara mempengaruhi sejumlah pelayaran.
Salah satu yang paling terdampak adalah pelayaran dari dan ke Nusa Utara.
Pengalaman cukup menegangkan pun sempat dihadapi penumpang KM Mercy Teratai dari Kepulauan Sangihe ke Manado.
Seorang penumpang bernama Donald menuturkan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi sudah terasa sejak kapal bertolak dari Sangihe.
Meski secara umum pelayaran dinyatakan lancar, kapal disebut mengalami guncangan hebat sepanjang perjalanan.
“Kapal sangat terguncang. Saya lihat beberapa penumpang bahkan muntah, mungkin karena tidak terbiasa dengan ombak,” katanya.
Situasi semakin mendebarkan ketika kapal hendak sandar di Pelabuhan Manado.

Donald memperkirakan kapal sempat tertahan di tengah laut sekitar 15 hingga 30 menit sebelum benar-benar merapat.
Menurutnya, kapal tampak kesulitan melakukan manuver akibat dorongan angin dan ombak.
“Kami di dalam cuma bisa berdoa,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan penumpang lain, Jackried.
Ia menjelaskan bahwa kapal sempat berhenti sementara di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro karena kondisi laut tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Di pelabuhan tersebut, terdapat pula beberapa kapal lain dari Sangihe yang mengambil langkah sama.
“Semua pada panik. Ada penumpang yang memilih memakai pelampung karena kapal memang goyang sekali,” tutur Jackried.
Baca juga: 2 Kapal Batal Berangkat Hari Ini, KSOP Manado Tetap Pantau Prakiraan Cuaca BMKG
Baca juga: 206 Unit Bangunan Termasuk Mapolres Sitaro Rusak Akibat Banjir di Siau
Saat proses sandar di Manado, ia menyebut para penumpang kembali diliputi rasa takut dan hanya bisa berdoa.
Jackried bersyukur kapal akhirnya tiba dengan selamat tanpa insiden berarti.
“Puji Tuhan bisa sampai di Manado dengan selamat,” katanya lega.(*)